Rabu, 01 Agustus 2012

puisi gabungan with ghani

aku sering tak heran, hidup adalah mahluk paling menakutkan
karena kita terlalu pandai mendadaninya dengan keangkuhan
di bawah terik matahari itu, kita besandar menikmati ngerinya jus kelaparan yang ditenggak sebagian manusia.
cinta itu kita persembahkan jadi tumbal cafe dan kepuasan hasrat
sementara yang lain masih menganga  menari merayakan derita yang tak punya perasaan

lalu, sebagian dari kenyataan diselimpung,
kitapun sulit paham, mana air mata
segalanya terbentur di tembok libido yang kasar dan tak tahu dosa
lalu sebagian dari senyum hanya hantu yang bangga disudut
atau berenang bangga di genangan air mata tanpa paham asinnya adalah manusia


he! mimpi ini bertabrakan dimana-mana,
siapa yang peduli di bawah kaki mereka ada darah sebelum mereka bangun?
ah! kita selalu tersadar! tapi mata kita selalu tersangkut di udara dan hilang,
tak pernah sempat meraba ke bawah,
dimana parade derita menjulurkan tangan meminta perhatian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar