Jumat, 03 Agustus 2012

bapak tua ( kolaborasi with ghani)

bapak tua di sebuah cafe tanpa nama, duduk termangu,
sepasang kaos kaki kumal membungkus rapi kulit keriputnya,
mata berpasang-pasang dari berbagai penjuru,
dermaga melebur bisunya malam,
tapi tak mampu menjawab keinginan bapak tua

hingga melapuk keinginan itu,
udara tetap enggan di bilik jendelamu, menilik cerita
yang tidak berani ia sebut
sebab kau terlanjur cinta pada nakalnya hasratmu.

lalu pak tua itu tak punya tempat untuk menikmatinya
kecuali kesengaaraan

hilanglah ia, tertinggal seperti mimpi,
kau hapus di atas meja diskotik dengan tenggakan alkohol
entah berapa mimpi lagi baru kau akan percaya ini nyata?
aku tak tahu!

mimpi yang tak pernah usai
karena kau masih sibuk memikirkan apa yang belum tercapai
untuk libidomu
sementara di sana bapak tua sudah lupa
berapa hari ia mengeja perutnya yang dirobek lapar
mulutnya masih menganga ditepis harumnya
babi panggang yang kau santap

berlapis-lapis derita lama dihisapnya
sebab lama mencari tak kunjung juga didapatnya
sering tubuhnya digerogoti rakusnya kuasa
bahkan digeprak mati
tapi untuk apa peduli
tawa mereka menyatu menjadi santapannya
sakit juga pak tua......

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar